new

new

Rabu, 30 Maret 2011

sejarah musik rock

Menurut seorang ahli sejarah musik bernama Peter Guralnick, album rock and roll pertama adalah “Rocket 88” oleh Jackie Brenston and his Delta Cats (ditulis oleh remaja berusia 19 tahun, Ike Turner yang juga berperan sebagai pemimpin band)
Dan direkam oleh Sam Philips unruk label Sun Records pada tahun 1951.

Selain itu ada juga album – album yang dapat disebut sebagai titik awal berkembangnya jenis musik ini, contohnya adalah “Rock Around The Clock” yang ditulis oleh Bill Haley and His Comets yang bisa disebut sebagai awal mula musik rock
.
Terlepas dari semua itu, musik rock yang muncul bersamaan pada maraknya isu – isu rasialis di Amerika Serikat dianggap sebagai contoh nyata tentang bersatunya jenis musik kulit hitam dengan kulit putih.
Pada akhir 1940 dan awal 1950, musik R&B mulai berubah menjadi lebih agresif. Walaupun begitu, kehadiran musik ini tetap ditentang oleh sebagian besar masyarakat kulit putih
.

Namun dengan berbagai usaha dan kreatifitas dari para artis, mereka pun akhirnya dapat membuat kondisi menjadi semakin berubah.

Pada tanggal 21 Maret 1952 di Cleveland, Alan Freed memproduksi sebuah konser rock pertama dengan penampilan dari pemusik dari berbagai ras. Kejadian historis ini dikunjungi pula oleh masyarakat dari berbagai ras. Walaupun sempat terjadi keributan oleh masyarakat yang ingin masuk karena kehabisan tiket, konser ini mengukuhkan musik rock sebagai salah satu jenis musik populer.

Pada saat yang bersamaan dengan berubahnya musik R&B menjadi lebih agresif, musik country and western juga mulai berubah menjadi lebih agresif dengan tempo yang lebih cepat.

Seorang produser musik bernama Sam Philips mencoba untuk menggabungkan musik “hillbilly” dengan ritem rock yang menghasilkan jenis baru bernama rockabilly.

Pada tahun 1954, seorang pemuda bernama Elvis Presley datang ke studio milik Philips untuk merekam lagu untuk ibunya. Menyadari bahwa pemuda itu mempunyai bakat yang terpendam, ia langsung mengontraknya. Album pertama Elvis yang dirilis untuk Sun Records, That’s All Right Mama menjadi album rockabilly pertama dan juga menjadi titik awal bagi Elvis Presley sebagai salah satu bintang rock terbesar sepanjang masa.
British rock dan invasi musik dari inggris (1958 – 1969)
American Rock and Roll mempunyai pengaruh yang besar bagi dunia, yang paling terlihat adalah Inggris. Pada masa itu, banyak anak muda di Inggris yang memulai sebuah band baru dengan dasar rock yang mencoba membuat sesuatu yang berbeda dengan musik rock yang dimiliki oleh Amerika.

Pada tahun 1958, sekelompok pemuda mulai membentuk sebuah band rock bernama Cliff Richard and the Drifters (yang nantinya berubah menjadi Cliff Richard and the Shadows yang merilis sebuah lagu berjudul “Move It” yang menjadi single rock pertama di inggris dan membuka akar musik rock baru yaitu British Rock.

Cliff Richards and the Shadows menjadi band paling berpengaruh di Inggris dan susunan bandnya menjadi standar di Inggris dan Amerika yaitu dengan 2 gitar, 1 bass dan 1 drum. Penggunaan bass eletrik menjadi popular setelah sebelumnya band – band rock menggunakan stand up bass.

Pada awal 1960an, band – band dari Inggris memimpin dunia rock and roll di dunia. Salah satunya adalah The Beatles yang nantinya akan menjadi band yang paling penting dan berpengaruh di dunia rock and roll.

Walaupun the Beatles bukan band pertama yang datang ke Amerika, namun kehadiran mereka pada tahun 1964 (termasuk penampilan historis mereka di Ed Sullivan Show) menjadi dari awal invasi Inggris ke Amerika.

Setelah itu, muncul band – band lain yang datang ke Amerika, salah satunya adalah The Rolling Stones yang muncul dengan image liar.
Bob Dylan dan Folk – Rock (dimulai pada tahun 1963)

Pada tahun 1963, seorang remaja berusia 22 tahun menggabungkan berbagai macam jenis musik di Amerika dan menciptakan sebuah jenis musik baru bernama “folk rock”.

Pada awalnya, Bob Dylan mencoba membatasi karyanya dengan rock karena ia melihat the Beatles dengan musik rocknya sebagai band kacangan. Pada tahun 1963, Dylan mengeluarkan sebuah album The Times They Are A-Changin’ yang membawakan musik folk rock dengan lirik yang puitis. The Beatles yang juga mendengarkan album ini lalu mengubah lirik mereka dari cinta menjadi tema yang lebih luas dan puitis. Pada tahun ’64 dan ’65 Bob Dylan membuang akar musiknya dan menggunakan ketukan rock dan alat – alat musik elektrik dan klimaksnya, pada lagu “Like A Rolling Stone” dengan durasi 6 menit.

Setelah itu, pengaruhnya pada band – band baru menjadi sangat besar menyaingi the Beatles. Salah satu “murid” Dylan yang paling sukses adalah Neil Young.
Garage Rock pada tahun 1960an

Pada tahun ‘60an band – band Amerika mencoba untuk membawakan musik British rock. Banyak dari mereka yang hanya mampu merekam lagu secara murah sehingga menimbulkan kesan kasar pada lagu yang mereka rekam. Musik jenis ini dinamakan garage rock. Banyak label – label rekaman yang merilis album kompilasi band- band ini, salah satu dari album kompilasi yang terkenal itu bernama Nuggets.
Surf music dan California sound
Aliran musik Rockabilly berkembang mencapai daerah pantai bagian barat yang kemudian berubah menjadi lebih liar dan instrumental yang disebut surf music. Aliran musik yang dipopulerkan oleh Dick Dale dan The Surfaris menggunakan tempo yang lebih cepat, suara perkusi yang inovatif dan suara gitar elektrik yang khas yang akan berpengaruh besar pada gitaris di masa depan. Beberapa band lain seperti Beach Boys dan Jan and Dean membuat versi komersial dari surf music dengan mengurangi tempo dan menambah vocal yang harmonis yang terkenal dengan nama California sound.
Progresif Rock

Beberapa band mencoba untuk menggabungkan berbagai macam unsur ke dalam rock yang menghasilkan aliran rock progresif. Progresif rock mempunyai tempo yang berubah – ubah pada satu lagu yang biasanya berdurasi panjang. Beberapa band penting pada jenis musik ini adalah King Crimson, Genesis, Gentle Giant, The Nice, Yes, Gong, Magma, Can, dan Faust.
Heavy Metal dan invasi kedua dari Inggris
Pada invasi band – band Inggris yang kedua, merek lebih berorientasi pada musik blues amerika daripada musik pop namun dengan pertunjukan yang lebih sensasional dan spektakuler. Mereka mencoba membuat gabungan musik rock dan blues dengan tempo dan irama yang lebih kencang. Aliran ini yang nantinya disebut Heavy Metal. Band – band yang penting dalam kancah musik ini adalah Led Zeppelin, Black Sabbath dan Deep Purple.
Punk dan New Wave (1976 – 1981)
Punk rock muncul sebagai reaksi atas berkembangnya musik – musik yang berorientasi pada komersial. Ciri dari musik ini adalah musik rock yang menggunakan 3 kord saja. Punk rock bukan saja berkembang sebagai musik namun juga sebagai komunitas sosial. Punk menjadi sebuah ancaman karena dianggap sebagai pemberontakan atas norma – norma yang berlaku di masyarakat, dan itu terbukti ketika muncul Sex Pistol dan the Ramones di Inggris.
Dengan nama yang agresif, Sex Pistol muncul sebagai band penolak aliran hippies dan membawa aliran anarkis. Lagu mereka berjudul “Anarchy in the UK” dan “God Save the Queen” berisi lirik yang menjadi polemik bagi tradisi ketat di Inggris.
The Ramones, yang albumnya keluar sebulan sebelum “God Save the Queen” adalah versi Amerika dari punk dengan lagu yang sama agresifnya namun terdengar lebih menyenangkan dan ceria. The Ramones juga merupakan raja para band punk di New York.
Punk juga menarik perhatian para mahasiswa seni yang kemudian membuat versi punk yang lebih puitis dan berseni,yang kemudian dinamakan New Wave. Kehadiran band – band yang membawakan aliran ini, seperti The Police dan the Pretenders membuat aliran musik ini mulai populer dan berkembang. progresif

Beberapa band mencoba untuk menggabungkan berbagai macam unsur ke dalam rock yang menghasilkan aliran rock progresif. Progresif rock mempunyai tempo yang berubah – ubah pada satu lagu yang biasanya berdurasi panjang. Beberapa band penting pada jenis musik ini adalah King Crimson, Genesis, Gentle Giant, The Nice, Yes, Gong, Magma, Can, dan Faust.
Heavy Metal dan invasi kedua dari Inggris
Pada invasi band – band Inggris yang kedua, merek lebih berorientasi pada musik blues amerika daripada musik pop namun dengan pertunjukan yang lebih sensasional dan spektakuler. Mereka mencoba membuat gabungan musik rock dan blues dengan tempo dan irama yang lebih kencang. Aliran ini yang nantinya disebut Heavy Metal. Band – band yang penting dalam kancah musik ini adalah Led Zeppelin, Black Sabbath dan Deep Purple.
Punk dan New Wave (1976 – 1981)
Punk rock muncul sebagai reaksi atas berkembangnya musik – musik yang berorientasi pada komersial. Ciri dari musik ini adalah musik rock yang menggunakan 3 kord saja. Punk rock bukan saja berkembang sebagai musik namun juga sebagai komunitas sosial. Punk menjadi sebuah ancaman karena dianggap sebagai pemberontakan atas norma – norma yang berlaku di masyarakat, dan itu terbukti ketika muncul Sex Pistol dan the Ramones di Inggris.
Dengan nama yang agresif, Sex Pistol muncul sebagai band penolak aliran hippies dan membawa aliran anarkis. Lagu mereka berjudul “Anarchy in the UK” dan “God Save the Queen” berisi lirik yang menjadi polemik bagi tradisi ketat di Inggris.

The Ramones, yang albumnya keluar sebulan sebelum “God Save the Queen” adalah versi Amerika dari punk dengan lagu yang sama agresifnya namun terdengar lebih menyenangkan dan ceria. The Ramones juga merupakan raja para band punk di New York.

Punk juga menarik perhatian para mahasiswa seni yang kemudian membuat versi punk yang lebih puitis dan berseni,yang kemudian dinamakan New Wave. Kehadiran band – band yang membawakan aliran ini, seperti The Police dan the Pretenders membuat aliran musik ini mulai populer dan berkembang.

perjalan carrier Mr. Big


Artis : Mr. Big
Judul Album : What If…
Rilis : 21 Januari 2011
Produksi : EMI

Original line-up Mr. Big yang terdiri dari Eric Martin (vokal), Paul Gilbert (gitar), Billy Sheehan (bass) dan Pat Torpey (drum) akhirnya reuni dan melepas album baru bertajuk What If.  Sebuah  album yang bisa diibaratkan mesin waktu, lantaran mampu membawa kita ke masa kemahsyuran Mr. Big di dekade 90an. Di mana komposisi berhiaskan vokal kuat Eric, deru bass Billy, lick-lick lezat  Paul serta ketukan drum tanpa cela Pat Torpey masih menjadi sajian utama. ??Sekali saja detik waktu menginjak pada track pertama, “Undertow”, dengan segera kita berada di awal 90an, kala album kedua mereka, Lean Into It, berada di puncak kedigdayaan. “Undertow”, menjadi kick-off paling pas lantaran memiliki alur gitar crunchy dari intro hingga chorus.
Lagu kedua, “American Beauty”, merupakan tipikal komposisi klasik Mr Big. Dentuman bass yang membadai bercampur dengan pukulan drum tajam yang ditimpali vokal kuat dan solo gitar sexy. Sedikit mirip “Colorado Bulldog” (Bump Ahead) namun lebih ringan.
Setelah gendang telinga dihajar “American Beauty”. Tibalah pada nomor pelan yang melankolis, “Stranger In My Life”. Nomor emosional yang mampu membawa kita ke masa yang lebih jauh lagi, tahun 80an, era  di mana pop metal menjadi bintang utama. Tapi pada “Nobody Left To The Blame” Mr. Big justru menawarkan komposisi gelap dengan solo gitar dan adonan bass yang lebih dalam. Adapun “Still Ain´t Enough For Me” yang memamerkan aksi agresif Billy Sheehan dalam menggerayangi fret bass sekali lagi mengingatkan kita pada nomor lama, “Addicted to That Rush”.
Di tengah perjalanan mesin waktu, kita bakal disuguhi sebuah track up-tempo bernuansa funk yang menampilkan jual beli skill gitar dengan bass di part akhirnya, “Once Upon a Time”, sebuah nomor yang membuat sebagian orang tak berhenti bertanya kenapa baru menyukai Mr. Big sekarang. Saat “As Far as I Can See” tiba, kita akan menemukan kekuatan vokal Eric Martin yang membuatnya.layak menempati singasana teratas sebagai salah satu vokalis rock terbaik dunia.
Kemudian, nomor balada kembali muncul dalam karya berjudul “All The Way Up”. Nomor yang diyakini bakal menjadi hits dan terus berkumandang di radio-radio seantero dunia. Nomor ini mungkin tak banyak menginspirasi para rocker, tapi para rocker pun kadang perlu mendengarkan musik lembut.
Sementara itu, satu track yang tak kalah berkarakter adalah “I Won’t Get In My Way” yang menampilkan keselarasan chorus dan lirik yang tanpa disadari membuat kita menekan tombol replay berulang-ulang. Begitu pun dengan  “Around the World”, sebuah  nomor yang tak kalah bikin penasaran dan tak membosankan.
Menjelang berakhirnya perjalanan mesin waktu, nomor mid-tempo “I Get The Feeling” menjadi pengantar sempurna sebelum bonus track yang menjejali rilisan Jepang, “Kill Me With a Kiss“ menutup album kick ass ini. (Riki Noviana)

salah satu icon music rock dunia

Gelombang bersatunya kembali beberapa grup band lawas era 80-an dan 90-an di beberapa tahun belakangan membawa berkah, tidak saja bagi grup band itu sendiri, tetapi juga pecinta musik. Grup band yang dulu mati suri, telah bubar atau sengaja tidak melakukan kegiatan karena berbagai alasan, di tahun 2010 yang lalu banyak yang bersatu kembali, membuat album baru dan mengadakan tur keliling dunia. Hal ini mendapat sambutan hangat dari pecinta musik dunia. Kita menyaksikan sendiri banyak grup band lawas yang kembali mengunjungi pecinta mereka di tahun 2010 yang lalu. Mereka mengadakan tur keliling dunia dan tentu saja ujung-ujungnya mereka kembali memperoleh kejayaan dan  pendapatan yang tidak sedikit.
Salah satu grup band yang cukup sukses di tahun 2010 yang lalu adalah Bon Jovi. Grup band yang sempat vakum dua tahun antara 1997-1999 ini berhasil menjadi grup band dengan pendapatan tur terbesar di dunia tahun 2010 yang lalu. Ingat Bon Jovi dengan vokalisnya John Bon Jovi, kita kembali lagi ke tahun 80-an, saat musik rock sangat berjaya. Saya yang mulai tahu Bon Jovi di sekitar tahun 1990-an tentu saja bukanlah orang yang pertama mengenal band yang didirikan tahun 1984 tersebut. Bon Jovi sendiri telah menjual 40 juta keping  album di Amerika Serikat dan lebih dari 120 juta keping album di seluruh dunia sejak berdirinya pada tahun 1984 tersebut. Dulu, saya sering mempelesetkan lagu Bon Jovi yang sangat saya sukai menjadi lirik  berikut ini.
Abu Lahab Paman Kami, Anaknya Batman
(Shot through the heart and you’re to blame
You give love a bad name)